Mengapa Kita Suka Menunda? 4 Penyebab Prokrastinasi dan Solusinya

Mengapa Kita Suka Menunda? 4 Penyebab Prokrastinasi dan Solusinya
MBACA.CO – “Ah, 5 menit lagi,” mungkin merupakan kalimat yang sering Anda ucapkan ketika sedang larut dalam aktivitas.scrolling sosial media. Kebiasaan ini dikenal sebagai penundaan tindakan.Secara resmi, prokrastinasi merujuk pada tindakan menunda pekerjaan yang memiliki dampak jangka panjang dengan beralih ke aktivitas kecil yang hanya memberikan rasa puas sementara.
Berdasarkan informasi dari Psychology Today, 20% populasi global memiliki ciri khas tertentu. Banyak jurnal ilmiah juga menunjukkan bahwa sifat ini berkaitan dengan berbagai kondisi seperti ADHD, OCD, depresi, dan gangguan kecemasan.
Meskipun demikian, prokrastinasi tidak termasuk dalam kategori gangguan kesehatan mental secara langsung, tetapi memiliki hubungan dengan berbagai tantangan terkait kesehatan mental.
Pertanyaannya, apa penyebab seseorang menunda-nunda? Berikut beberapa alasan yang disampaikan oleh para pakar.
1. Kesempurnaan dan Kurang Percaya Diri
“Oh, sebaiknya ikuti webinar terlebih dahulu sebelum memulai penulisan skripsi.” Mungkin ucapan seperti ini pernah muncul dalam pikiran Anda.
Dikutip dari McLean Hospital, kebiasaan menunda-nunda sering dialami oleh orang-orang yang memiliki sifat perfeksionis yang tinggi. Rasa takut untuk melakukan sesuatu dengan tidak efisien dan kurangnya pemahaman dalam bidang yang akan dikerjakan bisa menjadi penyebab prokrastinasi.
2. Distraksi
Apakah pernah Anda sedang mengerjakan sesuatu, tiba-tiba menerima pesan? Niatnya hanya ingin membalas, tapi jari-jari malah mengakses media sosial hingga lupa waktu. Contoh ini menunjukkan bentuk gangguan yang timbul akibat kemajuan teknologi.
Secara alami, otak kita menghasilkan zat yang menyebabkan rasa senang atau dikenal sebagai dopamin ketika seseorang membuka media sosial. Akibatnya, orang yang kecanduan media sosial akan terus-menerus membuka aplikasi tersebut, sehingga menjadi kebiasaan yang tidak bisa dikendalikan.
Berdasarkan pendapat dari McLean Hospital, para ilmuwan menganggap bahwa peningkatan kasus penundaan tugas disebabkan oleh kemajuan teknologi.
3. Rasa Takut Terhadap Tanggung Jawab
Rasa takut terhadap tanggung jawab yang harus dihadapi bisa menjadi alasan mengapa Anda menunda tugas.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian mungkin merasa ragu saat harus mengecek validitas data, dengan berpikir, “Apa jadinya jika tidak valid? Lebih baik saya hitung besok saja.” Hal ini jelas akan menghambat tugas dan tanggung jawab yang Anda miliki.
Saat mengalami penundaan, tingkat produktivitas biasanya menurun secara signifikan, kualitas pekerjaan bisa terganggu, dan batas waktu mungkin sulit untuk dipenuhi.
4. Tidak Puas dengan Pekerjaan
“Ah, interview Sedang menghadapi ujian yang serupa dengan lowongan kemarin. Malas ah, nanti saja.” Alasan utama dari prokrastinasi adalah rasa bosan terhadap tugas yang harus dikerjakan.
Ketidaksukaan atau ketidakbahagiaan terhadap pekerjaan yang Anda lakukan bisa membuat Anda cenderung mengabaikan tanggung jawab.
Tindakan ini pasti akan mengganggu kemampuan Anda dalam lingkungan kerja maupun non-kerja.
Akhir Kata
Mengganti kebiasaan buruk ini mungkin dilakukan, meskipun memerlukan ketekunan pikiran dan semangat yang besar. Kuncinya adalah meyakinkan diri sendiri bahwa tugas dapat selesai dengan kemampuan Anda dan menemukan bagian yang menyenangkan dalam prosesnya.
Beberapa cara yang dapat Anda coba yaitu dengan membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil dan mengutamakan pekerjaan yang bisa Anda selesaikan lebih dulu.
Hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan, khususnya bagi mereka yang kecanduan media sosial adalah menjauhkan perangkat elektronik yang menjadi pengganggu utama.