Pentas ‘Para Petarung’ Gambarkan Perjuangan Manusia Mencapai Mimpi Sederhana

AA1L68Vy

Pentas ‘Para Petarung’ Gambarkan Perjuangan Manusia Mencapai Mimpi Sederhana

AA1L68Vz

MBACA.COKehidupan di luar rumah tidak pernah bisa diprediksi. Ia selalu membawa kejutan-kejutan.

Sebuah kalimat singkat diucapkan oleh tokoh bernama Rukmi dalam pertunjukan teater berjudul ‘Para Petarung’, yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung, Sabtu, 23 Agustus 2025 malam.

Bagian dialog tersebut menggambarkan bagaimana hubungan persahabatan yang terlihat harmonis bisa hancur akibat sistem yang menuntut ambisi dan kesetiaan palsu, sehingga memaksa mereka saling mengusir demi mendapatkan bagian dan posisi.

Kombinasi dialog dan kemampuan akting dalam ‘Para Petarung’ yang menggambarkan sifat manusia yang tidak terduga, menyajikan tontonan yang menarik. Ditambah dengan suara yang memadai serta musik yang disusun secara indah, membuat pertunjukan teater karya Asa Jatmiko ini mampu membawa penonton mengikuti alur yang berlangsung.

Sebagai seorang sutradara, Asa Jatmiko mampu menyusun cerita tentang perjuangan orang-orang biasa dalam mempertahankan keyakinan mereka menjadi sebuah tayangan yang menarik.

Mimpi Sederhana Hidup Bahagia

Para karyawan PT Djarum Kudus ini, berhasil menyajikan kisah para individu biasa yang tidak memiliki nama besar, hanya memiliki impian yang sangat sederhana: ingin hidup dengan bahagia.

Namun, cerita ini secara menyedihkan menunjukkan bahwa meraih kebahagiaan bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Dalam kehidupan mereka, selalu ada “orang berkuasa” yang memiliki pengaruh.

Tokoh-tokoh besar ini mampu meningkatkan martabat mereka menuju kehidupan yang lebih layak, sekaligus bisa membuat mereka jatuh menjadi budak yang kehilangan kemauan. Satu-satunya cara bagi para tokoh tersebut untuk mengembalikan kehendak mereka adalah dengan berjuang, menjadi seorang pejuang.

Mereka berjuang secara sembunyi-sembunyi di sebuah arena yang tak terlihat: arena kepribadian manusia yang sulit dipahami dan penuh rahasia. Berlatar belakang sebuah perusahaan, cerita ini menceritakan pergulatan paradoks yang menjadi “arus utama” yang saling berkaitan sepanjang alur kisah.

Melalui intrik jabatan, kecerdikan tersembunyi, dan pengkhianatan yang tak terduga, cerita ini secara tajam menggambarkan bagaimana lingkungan yang penuh tekanan mampu mengungkap sisi-sisi tersembunyi dari kepribadian seseorang. Di waktu yang sama, kisah ini juga menunjukkan kemampuan mereka untuk berubah dan melakukan tindakan ekstrem demi hal-hal yang mereka perjuangkan, baik itu kekuasaan, keadilan, atau sekadar bertahan hidup.

Setelah pertunjukan, Asa Jatmiko, sutradara yang telah lama berkecimpung dalam dunia teater, menyampaikan bahwa kreativitas mereka tidak lepas dari pengalaman sehari-hari.

“Kami tidak memperoleh naskah dari pihak luar. Segala sesuatu yang ada di panggung merupakan proses yang kami buat sendiri,” kata Asa.

Ia menyebutkan, “Para Petarung” adalah produksi ke-38 Teater Djarum. Karya ini menjadi bagian dari perjalanan seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memicu pemikiran.

Teater ini menyajikan naskah yang diambil dari kehidupan sehari-hari, membuatnya lebih dekat dengan kenyataan yang kita alami. Teater ini tidak hanya mengandalkan para pemeran, tetapi juga memberi ruang bagi mereka yang bekerja di balik layar mulai dari teknisi hingga ahli multimedia.

Tema “Para Petarung” menyampaikan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Pertunjukan teater ini mengandung pesan mengenai kepercayaan, sebuah topik yang relevan bagi banyak orang.

Terkadang kita kesulitan mempercayai orang lain, meskipun hubungan kita sudah sangat dekat dengan mereka. Namun, sebelum kita mampu percaya kepada orang lain, kita perlu terlebih dahulu membangun rasa percaya pada diri sendiri,” katanya.

Drama yang Kuat, Berkaitan dan Bermakna

Harapan bersama rekan-rekannya terus menyelenggarakan festival teater siswa sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkarya. Suatu langkah yang tidak hanya memperkenalkan seni teater, tetapi juga memberikan ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Kami berharap memberi mereka kesempatan untuk berkembang,” kata Asa.

Sejak tahun 2003, teater ini telah mengunjungi berbagai kota, dan kali ini mereka tampil di Kota Bandung. Di Bandung, pertunjukan dilakukan bekerja sama dengan Kelompok Aktor Piktorial Bandung yang dipimpin oleh Irwan Jamal serta Forum Film Jawa Barat.

Sebelumnya, pertunjukan serupa juga diadakan di Surabaya dan akan dilanjutkan di Surakarta serta Kudus.

Melalui pertunjukan ‘Para Petarung’, Teater Djarum mengajak kita semua untuk lebih menyadari kehidupan sehari-hari, serta bagaimana kita mampu berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Tokoh ini dengan teliti menunjukkan bahwa di balik tindakan yang paling dianggap benar, selalu terdapat celah ketidakbenaran dan memberi ruang bagi perubahan. Karakter-karakter yang awalnya digambarkan sebagai tokoh baik akhirnya bisa menjadi jahat, atau sebaliknya.

Perubahan ini pasti tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui rangkaian kejadian yang mendorong mereka untuk meninjau kembali nilai-nilai moral mereka.

Akhirnya, “Para Petarung” bukan hanya kisah tentang perjuangan para pekerja perusahaan. Ia merupakan gambaran umum mengenai kondisi manusia dan keajaiban yang terdapat pada orang-orang biasa.

Tokoh ini mengajarkan kita bahwa setiap individu memiliki sisi ganda, yaitu kemampuan untuk melukai dan kemampuan untuk memaafkan, serta kemampuan untuk berkhianat dan kekuatan untuk setia.

Perubahan watak di akhir cerita menjadi pengingat yang kuat bahwa nasib seseorang tidak sepenuhnya ditentukan oleh latar belakang atau lingkungan, melainkan oleh keputusan yang mereka ambil.

Pementasan ‘Para Petarung’ dipimpin oleh sutradara Asa Jatmiko, yang menampilkan sejumlah aktor seperti: Andreas Teguh Prayoga, Aeliza Mariyana, Wijayanto Franciosa, Rahmat Syaifudin, Anang Ma’ruf, Riska Meriani, Uptalia, Lulu’atul Mufida, Silvester Vico Hutomo, dan Dewi Evelyn Murti.

Asa Jatmiko mampu menghasilkan sebuah drama yang kuat, aktual, dan penuh makna mengenai makna sejati dari menjadi seorang ‘pejuang’, yaitu mereka yang terus berjuang demi mengejar impian-impian sederhana mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *